Jumat , 20 Juli 2018
Penting
Awas! Resiko Menggunakan Kipas Angin dan AC

Awas! Resiko Menggunakan Kipas Angin dan AC

idkesehatan – Resiko Menggunakan Kipas Angin dan AC. Mungkin tak banyak yang tahu jika ternyata paparan kipas angin dan AC yang terlalu lama justru dapat membayahakan kesehatan. Agar lebih jelasnya, simak kelanjutan artikel yang berjudul Awas! Ini Penyakit Akibat Kipas Angin dan AC berikut ini.

  • Bell’s palsy atau Lumpuh pada wajah
    Pernahkah Anda melihat seseorang yang tiba-tiba mengalami kaku pada bagian wajah atau perot (bhs. Jawa)? Ternyata kondisi tersebut bukanlah penyakit stroke, tetapi Bell’s palsy atau lumpuh pada wajah akibat adanya pembengkakan pada saraf di bagian wajah yang disebabkan paparan kipas angina atau AC. Umumnya kondisi tersebut diawali dengan beberapa gejala, antaranya : bicara tidak jelas, mata terasa pedih saat cuci muka, sulit membuka mulut, berkurangnya fungsi lidah, dan lain sebagainya. Meskipun belum jelas apa penyebanya, namun bisa jadi kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi virus yang terbawa udara atau angin.
  • Mudah kesemutan
    Paparan udara dingin yang terus menerus dapat menyebabkaan munculnya rasa kesemutan hingga nyeri pada persendian tangan akibat pembengkakan pada saraf. Kondisi tersebut akan lebih sering muncul, terutama jika seseorang tidur dalam posisi yang tidak benar.
  • Kaku pada otot leher
    Umumnya setelah bangun tidur, seseorang akan merasa lebih segar. Tapi bagaimana jika tubuh justru merasa pegal atau tegang pada bagian leher? Awas, kondisi tersebut bisa jadi akibat paparan kipas angin atau AC. Gejala yang dirasakan, antara lain : leher terasa nyeri saat menoleh, digerakkan, saat bicara atau batuk. Selain mengurangi penggunaan kipas angin atau AC, Anda bisa mengurangi rasa sakit dengan cara mengompres menggunakan handuk hangat atau bisa juga dengan pijat.
  • Sesak nafas
    Paparan kipas angin dan AC terlalu lama dapat menyebabkan masalah pada pernafasan, salah satunya sesak nafas. Untuk mengatasinya, sebisa mungkin jangan biarkan AC atau kipas angin menyala sepanjang malam. Selain itu, atur arah angina yang tidak terlalu besar, terutama yang mengenai Anda.
  • Dehidrasi dan Hipotermia
    Berada di ruangan tertutup dengan kipas angin atau AC yang menyala dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan hipotermia yang berujung pada kematian. Gejala hipotermia ringan, antara lain : kulit berwarna keabu-abuan, detak jantung melemah, tekanan darah turun, dan kontraksi otot.

Ternyata ada banyak masalah kesehatan akibat penggunaan kipas angina dan AC ya? Oleh karena itu, antisipasi dengan cara membatasi penggunaan kipas angin/AC. Selain itu, jika menggunakan kipas angin, usahakan dalam kondisi pintu atau jendela terbuka agar sirkulasi udara dapat berfungsi dnegan baik dan pastinya menghindari kejenuhaan karbondioksida dalam ruangan.

by: dinda

About Dinda Fajarwati

Translate »