Senin , 11 Desember 2017
Penting
Kekurangan Dan Kelebihan Kebiasaan Kerokan

Kekurangan Dan Kelebihan Kebiasaan Kerokan

idkesehatan.com-Selama ini kerokan yang masih banyak di lakukan masyarakat pada dunia medis ini tidak di sarankan. Namun,sebenarnya kerokan sendiri juga mempunyai efek positiv dan efek negatif. Efek positiv sendiri baik bagi tubuh. Walaupun kerokan termasuk ampuh dalam mengusir gejala masuk angin,namun terdapat bahaya yang tidak kita sadari yang bisa membuat badan menjadi lebih sakit. Bahaya ini memang tidak langsung berdampak pada tubuh kita melainkan akan kita rasakan dikemudian hari.

Efek Positif

-Tidak merusak
Dengan terlalu sering kerokan muncul anggapan kulit rusak,pori-pori melebar,pembuluh darah pecah. Tetapi menurut penelitian yang ada dengan kerokan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah. Tetapi terjadi pori-pori yang melebar. Melebarnya pori-pori ini justru membuat aliran darah lancar dan suplai oksigen dalam darah jadi meningkat. Sehingga kulit ari juga akan terlepas seperti halnya saat luluran.
-Meningkatkan Endorfin
Dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Dengan adanya peningkatan endorfin ini membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat. Selain itu kerokan menyebabkan kadar prostaglandin atau yang menyebabkan pegal-pegal pada tubuh menjadi turun. Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.
Efek Negatif
-Mengakibatkan kontraksi dini
kontraksi pada rahim. Jadi bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang melakukan kerokan karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat Prostaglandin Saat dikerok akan terjadi Infamasi. Apabila tubuh menolak reaksi Inflamasi ini ,maka maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut “Cytokines” yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat Cytokines ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan tersebut.
-Masuknya bakteri dan virus
Ketika mengerok atau mengerik tubuh, maka pori-pori kulit akan terbuka lebar, nah pada saat pori-pori terbuka dan membesar akan memudahkan angin masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus kedalam tubuh. Efeknya tidak akan terasa secara langsung tetapi sebagian besar orang akan merasa ketagihan saat dikerok dan pasti akan melakukannya lagi saat dia terserang masuk angin. Ketika seseorang sering kerokan maka pori pori kulit yang melebar akan mempermudah masuknya bakteri dan virus.
Masuk angin memang bukan penyakit berbahaya. Namun, bila sudah parah, virus mudah masuk tubuh. Untuk pencegahan bisa diatasi salah satunya dengan kerokan. Kebanyakan orang Eropa mengatasi gejala flu (common cold) seperti pegal linu, perut kembung, batuk-pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang, dll, dengan makan sup panas, minum obat flu yang bisa didapat di toko-toko obat, lalu tidur berbungkuskan selimut.

 

Tips Kerokan
Ketika obat-obatan sudah tidak mampu lagi mengobati sakit anda, cobalah pengobatan alternatif yang sudah dipercaya selama berabad-abad oleh nenek moyang kita, kerokan atau kerikan (selanjutnya akan disebut kerokan). Yang di yakini berkhasiat namun belum juga terbukti secara medis.
Alat dan Bahan :
Untuk memulai kerokan, alat yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut :

1. Zat penghangat, bisa berupa balsem gosok, rheumason atau minyak kayu putih. Untuk anak kecil (balita) sebaiknya gunakan bawang merah,

2. Koin untuk pengerok. Sebaiknya gunakan uang Rp 100 lama, 100 kuningan (yang katanya ada campuran emas), atau 500 kuningan. Hindari menggunakan koin yang berbahan alumunium (koin mata uang baru), karena memiliki sisi yang tajam,

3. Tissue, atau lap untuk membersihkan koin saat kerokan,

4. Tempat yang bersih, lapang, dan nyaman untuk berbaring.
Persiapan Kerokan :

1. Usahakan tubuh pasien dalam keadaan bersih,

2. Orang yang mau dikerok ditidurkan telungkup, usahakan dalam posisi senyaman mungkin,

3. Aktifkan sarana hiburan, hal ini akan sangat membantu mengurangi kebosanan saat mengerok/dikerok.
Proses Kerokan :

1. Untuk mempersiapkan tubuh, agar tidak kaget saat dikerok, usapkan minyak gosok ke punggung terlebih dahulu,

2. Mulailah mengerok dari punggung kanan, diawali dari 4-5 cm sebelah kanan tulang belakang ke arah luar. Arah pengerokan mengikuti tulang rusuk, menghasilkan garis melengkung,

3. Koin agak ditekan, jangan terlalu kuat dan jangan terlalu lemah, yang sedang-sedang saja. Lakukan berulang-ulang dengan arah yang sama,

4. Lanjutkan dengan bagian kiri yang sejajar dengan kerokan yang dilakukan di nomer 2 , Keterangan: saat kerokan ini, kadang-kadang daki terkumpul di ujung koin Gunakan tisu atau handuk untuk membersihkannya,

5. Ulangi langkah tersebut, sekitar 2-3 cm dibawah kerokan sebelumnya. Usahakan tetap pada daerah diantara tulang rusuk. Begitu seterusnya sampai ke bawah.
Setelah Kerokan :

1. Usapkan lagi minyak gosok ke punggung, gunakan handuk untuk membersihkan sekaligus memijat punggung,

2. Jangan mandi karena pori-pori yang terbuka dapat membuat semakin tidak enak badan,

3. Minumlah minuman yang hangat,

4. Gunakan baju yang hangat dan nyaman,

5. Tidur.
Khasiat Kerokan
Kerokan di yakini dapat meningkatkan aliran darah di permukaan kulit yang dapat mempermudah pengeluaran angin jahat. Semakin merah tubuh yang di kerok di percaya semakin banyak pula angin yang mengendap di dalam tubuh. Namun, pada dunia medis kerokan merupakan metode yang membuka atau melebarkan pembuluh darah kulit dan membuat darah mengalir kembali setelah sebelumnya menguncup akibat terpapar hawa dingin. Dan warna merah sendiri setelah kerokan itu terjadi akibat pembuluh kapiler di bawah kulit pecah. Orang yang sering melakukan kerokan maka akan kecanduan karena ketika kerokan tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang bisa mengurangi nyeri otot. Saat kerokan pun ada teknik seperti pemijatan. Hal ini dapat memperpanjang otot-otot yang semula memendek karena peradangan. Itulah yang dapat mengurangi rasa pegal.
Dengan cara itu saraf penerima rangsang di otak akan menyampaikan rangsangan yang menimbulkan efek memperbaiki titik-titik meridian pada tubuh. Arus peredaran darah yang lancar juga dapat membuat imunitas tubuh meningkat. Pada taraf normal kerokan penderita masuk angin akan merasa nyaman karena telas melepaskan hormon endorfin. Prinsip kerokan sebenarnya tidak jauh beda dengan akupuntur yang menancapkan jarum pada tubuh. Prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok, peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsangan kulit tubuh bagian luar. Dengan kerokan itu akan menipiskan kulit dan mendekatkan pembuluh-pembuluh darah kecil dengan udara dipermukaan tubuh. Maka kekurangan zat asam dapat dipenuhi di udara yang memang mengandung zat asam dan kelebihan zat asam arang dapat dibuang.

Kerokan yang menjadi tradisi sejak jaman dahulu mempunyai efek positif dan negatif. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa kerokan tidak di anjurkan menurut medis. Namun,ada juga yang menyebutkan bahwa kerokan juga bagus. Tetapi yang perlu di ingat kerokan jangan di sekitar leher karena dapat memicu stroke. Dan juga kerokan jangan terlalu sering karena akan membuat pembuluh kapiler yang berada di bawah permukaan kulit pecah.

 

About Bayu Kusuma

Translate »