Sabtu , 23 September 2017
Penting
Mengupas fakta dibalik mitos tentang Alzheimer

Mengupas fakta dibalik mitos tentang Alzheimer

idKesehatan – Mengupas fakta dibalik mitos tentang Alzheimer. Banyak anggapan tentang Alzheimer yang beredar di luar sana. Salah satunya adalah penyakit Alzheimer seringkali disamakan dengan demensia. Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, fakta sebenarnya adalah Alzheimer merupakan bagian dari penyakit demensia. Demensia merupakan istilah medis yang digunakan untuk sekelompok gejala yang disebabkan oleh beberapa gangguan otak yang berbeda.

Demensia ditandai dengan gangguan fungsi intelektual seperti kehilangan memori, kesulitan berbicara, dan gangguan kemampuan penalaran. Sedangkan Alzheimer adalah salah satu jenis penyakit dari demensia tersebut. Selain mitos ini, ada beberapa mitos seputar Alzeimer yang seringkali kita anggap benar. Nah, sekarang kita akan mengupasnya satu persatu.

1.Penyakit Alzeimer hanya terjadi pada orang tua
Mitos ini dipicu oleh rata-rata orang yang didiagnosis mengidap Alzheimer berasal dari usia 65 tahun ke atas. Faktanya, bahwa Alzheimer tidak hanya menyerang para manula tersebut. Sekitar 200.000 orang yang didiagnosis mengidap Alzheimer di Amerika, berasal dari kelompok usia 40-50 tahun.

Fakta lain yang mendukung penyebaran mitos tersebut adalah diagnosis akurat Alzheimer yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Gejala awal Alzheimer seringkali dihubungkan dengan stres, menopause atau depresi (biasanya pada golongan usia muda).

2.Gejala Alzheimer adalah tanda normal dari penuaan
Beberapa kasus kepikunan memang seringkali melanda para manula. Kehilangan beberapa memori dengan tingkah laku yang bergantung pada orang lain menjadi ciri utama kepikunan. Namun, pada gejala Alzheimer kehilangan memori yang melanda para penderitanya menunjukkan ketergantungan yang parah pada orang lain. Pada tahap awal penderita Alzheimer, mereka biasanya lupa akan hal-hal yang baru saja disampaikan. Mereka juga mungkin melupakan beberapa tanggal penting ataupun peristiwa penting. Hilangnya memori yang terjadi pada mereka ditunjukkan dengan pertanyaan sama yang berulang-ulang oleh si penderita.

Pada tahap pertengahan, si penderita akan mulai merasakan kebingungan, dan bahkan bingung untuk melakukan rutinitas sehari-hari. karena kebingungannya akhirnya si penderita pun tidak dapat melakukan rutinitasnya tanpa bantuan orang lain. Pada tahap lanjut,si penderita akan mulai kehilangan kemampuan untuk makan, berbicara dan akhirnya akan benar-benar menggantungkan hidupnya pada orang lain.

3.Alzheimer tidak mematikan
Faktanya, Alzheimer adalah salah satu dari enam penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Selain itu Alzheimer adalah penyebab utama kematian dari beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh demensia. Para penderita Alzheimer rata-rata hanya mampu bertahan selama 8 tahun, terhitung sejak dia mendapatkan diagnosis positif. Jika dihitung secara interval, para penderita Alzheimer mampu bertahan selama 4-20 tahun.

Para penderita Alzheimer akan kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Karena mereka sudah tidak menyadari akan lingkungannya sendiri. Para penderita Alzheimer membutuhkan perawatan penuh (sepanjang hari) karena ketidakmampuan mereka yang hilang untuk itu. Hal tersebut karena mereka sudah tidak mampu lagi duduk sendiri, berjalan dan bahkan menelan makanan. Selain itu mereka juga rentan terhadap Pneumonia. Istilah medis Pneumonia digunakan untuk menjelaskan kondisi peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi.

4.Ada banyak pengobatan untuk Alzheimer
Berdasarkan data Amerika Serikat, dari sepuluh penyebab kematian warganya, Alzheimer adalah satu-satunya penyakit yang tidak bisa dicegah, diperlambat dan disembuhkan. Sampai saat ini, hanya terdapat dua jenis obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA)untuk mengatasi Alzheimer.

Obat itu adalah inhibitor cholinesterase (Aricept, Exelon, Razadyne), dan memantine (Namenda). Obat-obat tersebut diresepkan hanya untuk membantu mengobati gejala kognitif seperti kehilangan memori, kebingungan, dan beberapa masalah yang berkaitan dengan pemikiran dan penalaran. Dengan kata lain, obat itu hanya mengatasi gejala-gejala yang dimunculkan oleh Alzheimer, tetapi bukan sebagai obat penyembuh.

5. Kaleng, panci dan wajan alumunium adalah pemicu Alzheimer
Faktanya, paparan alumunium tidak menyebabkan penyakit Alzheimer. Sebuah teori yang populer sekitar tahun 1960-1970-an yang mengatakan bahwa alumunium dari panci maupun wajan alumunium serta kaleng minuman adalah penyebab penyakit Alzheimer.

Teori ini muncul karena beberapa penelitian menunjukkan kadar alumunium yang tinggi dalam otak para penderita Alzheimer. Tetapi, teori tersebut terbantahkan dengan beberapa studi baru yang tidak menunjukkan hal yang sama. Studi yang ada memang menghubungkan antara kandungan aluminum dalam tubuh. tetapi itu bukan berarti bahwa peralatan memasak maupun kaleng minuman adalah penyebab utamanya.

About Zan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »