Jumat , 25 Mei 2018
Penting
Penyakit Cacar Air

Penyakit Cacar Air

idkesehatan.com-Penyakit cacar air, secara medis disebut varisela, umumnya diderita oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan lebih jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang menjadi gejala utama cacar air. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7-14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan dan kaki.

Pengobatan dan Komplikasi Cacar Air

Cacar air tidak memiliki langkah penanganan khusus. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala. Dua jenis obat yang biasa digunakan untuk menangani cacar adalah parasetamol untuk menurunkan demam dan losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit.
Tidak semua anak yang tertular cacar air dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Gejala tidak biasa yang sebaiknya Anda waspadai adalah infeksi yang terjadi pada bintil-bintil di kulit atau jika anak Anda mengalami sakit dada dan kesulitan bernapas. Segera hubungi dokter jika kondisi cacar air anak Anda makin serius.
Kondisi pengidap cacar air dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi. Obat penangkal virus (antivirus) mungkin bisa efektif untuk mengobati pengidap cacar air dewasa jika diberikan pada tahap awal penyakit.
Cacar air pada wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap komplikasi serius. Mereka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya jika terpajan virus ini atau mengalami gejala-gejalanya.

Langkah Pencegahan Cacar Air

Cacar air dapat dicegah dengan proses vaksinasi. Di Indonesia sendiri, cacar air tidak termasuk daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan.
Penularan cacar air juga umumnya sangat mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum seperti sekolah atau kantor sampai bintil-bintil mengering dan menjadi koreng.
Virus cacar air paling mudah menular pada 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga seminggu ke depan, ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng.

Gejala Cacar Air

Gejala umum cacar air yang paling mudah dideteksi adalah ruam merah yang dapat menyebar ke seluruh tubuh. Tetapi ada beberapa gejala lain yang mungkin dialami sebelum munculnya ruam, antara lain:

  • Demam.
  • Rasa mual hingga menjadi tidak nafsu makan.
  • Sakit Kepala.
  • Kelelahan.
  • Rasa nyeri atau sakit pada otot.

Gejala-gejala di atas terjadi lebih parah pada penderita dewasa dibandingkan dengan penderita anak-anak. Ruam yang terasa gatal akan muncul setelah gejala-gejala di atas. Tidak semua pengidap cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang hanya mengalaminya pada beberapa bagian tubuh tertentu (seperti kulit kepala, wajah, dada, punggung, perut, atau kaki) dan ada yang di seluruh tubuh bahkan sampai di dalam mulut dan telinga serta di daerah bokong. Ruam ini biasanya akan melalui tiga tahap perubahan, yaitu:

  • Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal.
  • Setengah hari kemudian, bentol-bentol tersebut menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal.
  • Setelah 1-2 hari, bintil mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas sendiri.

Tetapi ada sebagian pengidap yang mengalami cacar air yang lebih parah. Segera hubungi dokter jika ada gejala tidak biasa yang muncul, misalnya:

  • Sakit dada.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi.
  • Gejala-gejala dehidrasi seperti mulut yang kering dan jarang buang air kecil.

Penyebab Cacar Air

Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular dengan sangat mudah dan cepat. Penularannya dapat melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan bersin atau batuk pengidap. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus cacar air jika telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.

Saat-saat yang harus dihindari terutama 2-3 hari sebelum ruam muncul sampai bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar seminggu setelah munculnya ruam).

Selain itu, risiko Anda untuk tertular penyakit ini juga akan meningkat jika Anda:

  • Belum pernah terkena cacar air.
  • Belum menerima vaksin cacar air.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.

Pengidap cacar air biasanya tidak perlu menjalani tes atau pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air jika Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air juga memiliki tekstur signifikan sehingga mudah dikenali.

Hubungi dokter jika Anda merasa ragu atau memiliki kondisi khusus, misalnya:

  • Terjadi kontak dengan pengidap cacar air atau Anda mengalami gejala cacar air dan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun, sedang mengandung, atau memiliki bayi berusia di bawah satu bulan.
  • Anda mengidap cacar air saat menyusui. Dokter akan memeriksa dan memutuskan apakah Anda tetap boleh menyusui atau tidak.

Dokter juga dapat mengadakan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak.Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi jika tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.

Salam Sehat idkesehatan.com

About Bayu Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Translate »